Sabtu, 03 Desember 2016

kumpulan desain sederhana spanduk (banner) , pamflet, dan pin kegiatan " volunteer week" ksr pmi unit untidar

langsung saja tanpa panjang lebar saya akan membagikan desain simple dan redesain saya...

pin untuk donor darah dan konsultasi kesehatan bersama ksr pmi unit Universitas Tidar Magelang 

 untuk file cdr nya klik DONLOAD 


pamflet donor darah dan konsultasi kesehatan bersama ksr pmi unit untidar

  untuk file cdr nya klik DONLOAD 



Spanduk kegiatan SEMINAR DONOR DARAH  & DISEMINASI KEPALANG MERAHAN

 untuk file cdr nya klik DONLOAD 


Spanduk rangkaian acara volunteer week ksr pmi unit untidar

 untuk cdr nya hampir mirip yang di atas


Spanduk PHBS di MI AL ISLAM BALESARI MAGELANG

 
 untuk cdr nya hampir mirip yang di atas


Spanduk kegiatan SEMINAR DONOR DARAH  & DISEMINASI KEPALANG MERAHAN

 untuk file cdr nya klik DONLOAD 

 
semoga bermanfaat :) hehehehehe

Jumat, 27 Maret 2015

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN



            Untuk memahami Pancasila secara lengkap dan utuh terutama dalam kaitannya dengan jati diri bangsa Indonesia, mutlak diperlukan pemahaman sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk membentuk suatu negara yang berdasarkan suatu asa hidup bersama demi kesejahteraan hidup bersama, yaitu negara yang berdasarkan Pancasila.

A. ZAMAN KUTAI
Masyarakat Kutai memebuka sejarah Indonesia pertama kalinya menampilkan nilai sosial politik dan ketuhanan dalam bentuk kerajaan kenduri serta sedekah pada para Brahmana.

B. ZAMAN SRIWIJAYA
Tiga tahap pembentukan negara Indonesia :
1. Sriwijaya/ syailendra (600-1400) - kedatuan
2. Majapahit (1293-1525) - keprabuan
3. Modern (17 Agustus 1945-sekarang)

Marvuat vanua criwijaya siddhayatra subhiksa berarti suatu cita-cita negara yang adil dan makmur, hal ini merupakan cita-cita tentang kesejahteraan bersama dalam suatu negara yang sudah tercermin sejak zaman kerajaan Sriwijaya.

C. ZAMAN KERAJAAN SEBELUM MAJAPAHIT
Banyak kerajaan kecil yang mendukung akan lahirnya kerajaan Majapahit seperti Isana, Kalasan, Darmawangsa,dll.

D. ZAMAN MAJAPAHIT
Empu Prapanca menilis Negarakertagama yang memuat istilah Pancasila. Begitu juga Empu Tantular yang mengarang kitab Sutasoma yang memuat Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Magrua yang berarti walau berbeda namun satu jua adanya sebab tidak ada agama yang memiliki Tuhan yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya realitas kehidupan agama pada saat itu, yaitu Hindu dan Budha.
Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Mahapatih Gajah Mada dalam sidang Ratu dan Menteri-menteri di paseban keprabuan Majapahit tahun 1331, yang berisi cita-cita mempersatukan seluruh nusantara raya sebagai berikut : “Saya barua akan berhenti berpuasa makan pelapa, jikalau seluruh nusantara bertakluk di bawah kekuasaan negara.Impian ini telah mempersatukan silayah nusantara dalam sebuah kesatuan menjadi kenyataan hingga saat ini.

E. ZAMAN PENJAJAHAN
Belanda terbukti menindas rakyat Indonesia melalui berbagai cara, namun berkat kegigihan para pejuang untuk bebas dari penjajah, kerajaan dan pemerintahan yang ada saat itu melakukan perundingan silih berganti.
Namun, semua perlawanan senantiasa kandas karena tidka disertai rasa persatuan dan kesatuan dalam menaklukkan penjajah.

F. KEBANGKITAN NASIONAL
Terjadinya pergolakkan kebangkitan dunia timur mendorong bangkitnya semangat kesadaran berbangsa yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo, disusul dengan lahirnya SDI, SI, Indische Partij, PNI, dll.
Munculnya organisasi kepemudaan menunjukkan bahwa persatuan untuk melawan penjajah mulai terealisasikan.

G. ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG
Indonesia jatuh ke tangan Jepang karena Belanda takluk pada Jepang. Tak ada bedanya dengan Belanda, Jepang pun memeras tenaga rakyat untuk kepentingan Jepang.
Janji merdeka diberikan pada Indonesia berkali-kali melalui BPUPKI dan PPKI. BPUPKI mengadakan sidang untuk mewujudkan keinginan merdeka, yaitu pada :
1. 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945
Membahas usulan0usulan rumusan dasar negara. Sidang ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti :
• Mr. Muh. Yamin
• Prof. Dr. Soepomo
• Ir. Soekarno

2. 10 Juli 1945 – 16 Juli 1945
Membentuk “Panitia Sembilan” untuk membuat pembukuan hukum dasar yang lebih kita kenal dengan istilah Undang-Undang Dasar.

H. SIDANG BPUPKI
1. Sidang Pertama (18 Agustus 1945)
Sidang pertama PPKI dihadiri 27 orang dan menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut :
• Setelah melakukan beberapa perubahan pada Piagam Jakarta yang kemudian berfungsi sebagai Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
• Menetapkan rancangan Hukum Dasar yang telah diterima dari Badan Penyelidik pada tanggal 17 Juli 1945, setelah mengalami berbagai perubahan karena berkaitan dengan perubahan Piagam Jakarta, kemudian berfungsi sebagai Undang-Undang Dasar 1945.
• Memilih Presiden dan Wakil Presiden yang pertama.
• Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat sebagai badan musyawarah darurat.

2. Sidang Kedua (19 Agustus 1945)
Pada sidang kali ini, PPKI berhaisl menetapkan daerah Propinsi sebagai berikut :
• Jawa Barat
• Jawa Tengah
• Jawa Timur
• Sumatera
• Borneo
• Sulawesi
• Maluku
• Sunda Kecil

3. Sidang Ketiga (20 Agustus 1945)
Sidang ketiga ini dilakukan pembahasan terhadap agenda tentang ‘Badan Penolong Keluarga Korban Perang’, adapun keputusan yang dihasilkan adalah terdiri atas delapan pasal. Salah satu dari pasal tersebut yaitu, pasal 2 dibentuklah suatu badan yang disebut ‘ Badan Keamanan Rakrat’ (BKR)

4. Sidang Keempat (22 Agustus 1945)
Pada sidang keempat PPKI membahas agenda tentang Komite Nasional Partai Nasional Indonesia, yang pusatnya berkedudukan di Jakarta.

I. PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN SIDANG PPKI
Proklamasi Jepang kalah perang melawan tentara sekutu, Jepang terdesak memberikan kemerdekaan Indonesia melalui PPKI sebagai tim perncang kemerdekaan Indoensia.
PPKI beranggotakan 21 orang, yang tidak satupun anggotanya dari pihak Jepang sehingga dapat leluasa merundingkan proklamasi untuk kemerdekaan Indonesia.

J. MASA SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Arti proklamasi kemerdekaan bagi Indonesia :
1. Secara yuridis, Proklamasi menjadi awal tidak berlakunya hukum kolonial, dan mulai berlakunya hukum masional.
2. Secara politis ideologis, Proklamasi berarti bahwa Indonesia terbebas dari penjajahan dan memiliki kedulatan untuk menentukan nasib sendiri.


v Pembentukan Negara RIS
Sebelum persetujuan KMB, bangsa Indonesia telah memeliki kedaulatan. Oleh karena itu, persetujuan KMB bukanlah penyerahan kedaulatan, melainkan pengalihan atau pengakuan kedaulatan.

v Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Ketidakstabilan negara disegala bidang membuat Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang berisi :
• Membubarkan Konstituante
• UUDS 1950 tidak berlaku lagi dengan diberlakukannya UUD 1945
• Dibentuknya MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Landasan hukum Dekrit adalah hukum darurat :
• Hukum tata negara darurat subjektif
• Hukum tata negara darurat objektif

v Masa Orde Baru
Muncul Tritura akibat adanya peristiwa pemberontakan PKI yang berisi :
• Pembubaran PKI
• Pembersihan kabinet dari unsur PKI
• Penurunan harga kebutuhan pokok

Pemerintahan orde baru melaksanakan program-programnya dalam upaya merealisasikan pembangunan nasional sebagai perwujudan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Selasa, 24 Maret 2015

MENGHITUNG INVERS MATRIK METODE GAUS JORDAN DENGAN Ms.EXCELL

            Dalam aljabar linear, eliminasi Gauss-Jordan adalah algoritma versi dari eliminasi Gauss. Pada metode eliminasi Gauss-Jordan kita membuat nol elemen-elemen di bawah maupun di atas diagonal utama suatu matriks. Hasilnya adalah matriks tereduksi yang berupa matriks diagonal satuan (Semua elemen pada diagonal utama bernilai 1, elemen-elemen lainnya nol).

                   Metode eliminasi Gauss-Jordan kurang efisien untuk menyelesaikan sebuah SPL, tetapi lebih efisien daripada eliminasi Gauss jika kita ingin menyelesaikan SPL dengan matriks koefisien sama.
Motede tersebut dinamai Eliminasi Gauss-Jordan untuk menghormati Carl Friedrich Gauss dan Wilhelm Jordan.

               Pernah kesulitan mengerjakan invers matrik metode gaus jordan mungkin cara ini bisa meringan kan agan.


Lansung saja gan
cara mengerjakan soal invers matrik metode gaus jordan yaitu mengubah kolom warna hijau sesuai soal agan  ,

penampakanya seperti gambar 1 dibawah ini;


      Dan setelah agan mengisi kolom hijau tadi akan muncul hasil akhir di kolom paling bawah warna biru,

 penampakanya seperti gambar 2 dibawah ini ;


 File Ms.excel klik di bawah untuk download

 http://www.4shared.com/file/q1ev4VrSce/INVERS_MATRIX_GAUS_JORDAN_BY_B.html

Sekian post dari saya apabila ada yang belum berkenan di hati agan , saya mohon maaf . karna saya masih dalam tahap belajar.



Tag
#tugas #teknik komputasi #teknik elektro #untidar #invers matrik #gaus jordan
#trik #share


Selasa, 21 Oktober 2014

CONTOH ALGORITMA PERCABANGAN



1 .PERCABANGAN
Syarat :
  1. Jika nilai > 70, maka keterangan ‘Lulus’
  2. Jika nilai <= 70, maka keterangan ‘Tidak Lulus’

Algoritma :
1.      Start
2.      Read : Nama mahasiswa, Nilai
3.      if nilai > 70, then keterangan = ‘Lulus’
4.      if nilai <= 70, then keterangan = ‘Tidak Lulus’
5.      Write : Nama mahasiswa, Nilai, Keterangan
6.      End.

Psuedocode
·         Baca nama mahasiswa ,dan nilai
·         Jika nilai mahasiswa >70 maka ket “ lulus”
·         Jika nilai mahasiswa <70 maka ket “tidak lulus”
·         Tulis nama mahasiswa ,nilai , dan ket
·         selesai




FlowchartDescription: http://bobbysatria84.files.wordpress.com/2010/12/graphic2.jpg?w=640http//www.bobbysatria84.wordpress.com/2010/12/06/sruktur-percabangan/
2 . PERCABANGAN
Untuk menentukan karyawan baru, dengan syarat :
-          Jika usia < 30 th dan nilai test >= to, maka diterima
-          Selain itu, maka tidak diterima
Algoritma
1.      Start
2.      Read : Nama ,usia ,test
3.      if usia < 30 th and test >=70  , then keterangan = ‘Diterima”
4.      if usia > 30 th and test <=70 ,then keterangan  = ‘Tidak diterima”
5.      Write : Nama, usia,test, Keterangan
6.      End.
Psuedocode
·         Baca nama mahasiswa ,dan nilai
·         Jika usia < 30 th and test >=70  maka ket “ Diterima”
·         Jika usia < 30 th and test <=70  maka ket “tidak Diterima”
·         Tulis Nama, usia,test, Keterangan
·         selesai
Flowchart :
Description: http://bobbysatria84.files.wordpress.com/2010/12/graphic3.jpg?w=640http//www.bobbysatria84.wordpress.com/2010/12/06/sruktur-percabangan/
3 PERCABANGAN

Algoritma
Ø  Baca kendaraan
Ø  Kendaraan = mobil
Ø  cetek Jika ya “silakan anda lewat sini”
Ø  cetek  Jika tidak “anda tidak boleh lewat sini”
Ø  selesai
pseudocode
baca kendaraan = mobil
if kendaran = mobil maka cetak “silahkan anda lewatn sini”
else kendaraan= mobil maka cetak “anda tidak boleh lewat sini”
selesai

Description: D:\httpwww.google.comimgresimgurl=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-rKU3MBS1Jow%2FUndb-5A3kYI%2FAAAAAAAAAA0%2FbjK21qA7T6c%2Fs1600%2Fflow-percabangan-if-then.png&imgrefurl=http%3A%2F%2Fahfcm.blogspot.com%2F2013%2F11%2Fcontoh-flowchart.html&h=1600&w=1016&t.png





4. PERCABANGAN
Satu Kondisi
     if  <kondisi> then
            aksi
          {endif}
jika kondisi benar maka (then) aksi akan dikerjakan dan jika salah tidak dikerjakan apa-apa.



programnya:
uses wincrt;
var nilai : real;
      keterangan : string;
begin
     readln ('nilai');
     if nilai >= 60 then
     keterangan := 'lulus';
{endif}
     writeln (keterangan);
end.

Psuedocode

Baca nilai >=60
Keteranagan nya “lulus”
Cetak keterangan
Selesai

contoh flowchart:


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj44YRq5TtgOTwhLDQEpjDdKdvN2I382yZ57yCv0JDjwLQRztjrK_VlhC-uZajCuwT83QF2d_8M6-SHMZzqKx5MYGcGGzUAFNDiIYVQJN6i7w3rW_PGAN0VHYJkMU1LqC-Y_FQ3uCByvBI/s320/percabangan.JPG


5. PERCABANGAN


 Dua Kondisi
    if <kondisi> then
          aksi 1
             else
             aksi 2
     {endif}

programnya:

uses wincrt;
var nilai : real;
      keterangan : string;
begin
     readln ('nilai');
     if nilai >= 60 then
     keterangan := 'lulus'
else
    if nilai <= 60 then
    keterangan := 'tidak lulus';
{endif}
    writeln (keterangan);
end.

Psuedocode

Baca nilai >=60
If nilai >=60 maka keterangan “lulus”
If  nilai <=60 maka keterangan “tidak lulus”
Ketetangan
Selesai

contoh flowchart:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ-FHFCl13VQd3skmC54tJb54m0XeTmU3CSSZZmc9cR5wlgAceCmm_WmJopYeOSpdDqxwJu1f0zm3tNTGY1h6MaQ_Ll2SzUR2bpNi9s6exBPVnkPRGVwHdC977N6BYxyVNZinDZZPL-UU/s320/percabangan2.JPG
Contoh 4,5

tugas TEKNIK PEMROGAMAN " 5 contoh algoritma perulangan (looping)"



Contoh 1
Struktur pengulangan dengan For
Pengulangan dengan menggunakan For, merupakan salah satu teknik pengulangan yang paling tua dalam bahasa pemrograman. Hampir semua bahasa pemrograman menyediakan metode ini, meskipun sintaksnya mungkin berbeda. Pada struktur For kita harus tahu terlebih dahulu seberapa banyak badan loop akan diulang. Struktur ini menggunakan sebuah variable yang biasa disebut sebagai loop’s counter, yang nilainya akan naik atau turun selama proses pengulangan.

Flowchart umum untuk struktur For tampak pada gambar berikut dan perhatikan penggunaan simbol preparation pada flowchart.



Dalam mengeksekusi sebuah pengulangan dengan For, urutan langkahlangkah adalah sebagai berikut :
1. Menetapkan nilai counter sama dengan awal.
2. Memeriksa apakah nilai counter lebih besar daripada nilai akhir. Jika benar maka keluar dari proses pengulangan. Apabila kenaikan bernilai negatif, maka proses akan memeriksa apakah nilai counter lebih kecil daripada nilai akhir. Jika benar maka keluar dari proses pengulangan.
3. Mengeksekusi pernyataan yang ada di badan loop
4. Menaikkan/menurunkan nilai counter sesuai dengan jumlah yang ditentukan pada argument increment. Apabila argument increment tidak ditetapkan maka secara default nilai counter akan dinaikkan 1.
5. Ulang kembali mulai langkah no 2.

Satu hal yang penting yang harus kita perhatikan adalah nilai counter selalu ditetapkan diawal dari pengulangan. Apabila kita mencoba merubah nilai akhir pada badan loop, maka tidak akan berdampak pada berapa banyak pengulangan akan dilakukan.

Contoh 2
 Pengulangan dengan While untuk mencetak nilai tertentu.
Perhatikan flowchart pada gambar berikut.



Bagaimanakah output dari flowchart tersebut?

Penyelesaian:
1. Pada flowchart ini ada dua variabel yang kita gunakan yaitu A dan B. Kedua variabel tersebut kita inisialisasi nilai awalnya (A = 1 dan B = 0) sebelum proses
loop terjadi. Variabel A adalah variabel counter.
2. Pada simbol decision, nilai A akan diperiksa apakah memenuhi kondisi (< 10).
Jika Ya maka perintah berikutnya dieksekusi, jika tidak maka program akan berhenti. Pada awal eksekusi ini kondisi akan terpenuhi karena nilai A = 1.
3. Jalankan perintah Print B.
4. Nilai variabel A kemudian diganti dengan nilai A lama (1) ditambah 2. Sehingga nilai variabel A baru adalah 3. Sedangkan nilai variabel B = 9 (hasil perkalian A = 3).
5. Program akan berputar kembali untuk memeriksa apakah nilai variabel A masih lebih kecil dari 10. Pada kondisi ini nilai A = 3, sehingga kondisi masih terpenuhi. Kemudian langkah berulang ke langkah ke 3. Begitu seterusnya sampai nilai variabel A tidak lagi memenuhi syarat kurang dari 10. Sehingga output dari flowchart ini adalah : 0, 9, 25, 49, 81.

Seperti halnya pengulangan dengan For, pengulangan dengan While juga memungkinkan terjadinya pengulangan bersarang. Aturan dan cara yang dilakukan sama dengan pengulangan dengan For. Pada beberapa bahasa pemrograman juga disediakan pengulangan
dengan cara Do ... Loop dan Repeat .. Until. Kedua cara ini mirip dengan While,
perbedaannya adalah letak dari kondisi. Pada While pemeriksaan kondisi diletakkan sebelum badan loop. Sedangkan Do ... Loop dan Repeat ... Until, pemeriksaan kondisi dilakukan setelah badan loop.
Contoh 3
mencetak bilangan genap dari x > 28..


Maka nanti output yang di munculkan yaitu bilangan genap dari dari 2 sampai 28 yang menggunakan perulangan
Pertama kita deklarasikan terlebih dahulu bilangan x mulai dari 2,kemudian dalam proses perulangannya yaitu X > 28.
Setelah itu kita proses kembali dalam pemanggilan perulangan tersebut dengan x = x + 2
Gambar Flowchart raptornya di atas:






Contoh 4
 
Dari flowchart di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Pertama kali dikerjakan adalah proses A.
2. Persiapkan variabel yang digunakan sebagai kounter yaitu K= 0. Variabel ini digunakan untuk mengontrol jumlah pelaksanaan proses B, C dan D yang telah dikerjakan.
3. Kerjakan proses B, C, D secara berurutan.
4. Variabel kounter ditambah 1. Isi variabel ini menunjukkan jumlah pelaksanaan untuk proses B, C dan D.
5. Periksa isi variabel kounter yaitu K untuk membatasi jumlah perulangan. Jika isi variabel K =3, maka kerjakan proses E. Sebaliknya jika K lebih kecil dari 3 berarti proses B, C, D masih perlu diulang.

Sumber contoh 4
www.google.comurlsa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=10&cad=rja&uact=8&ved=0CDwQFjAJ&url=http%3A%2F%2Fwww.mdp.ac.id%2Fmateri%2F2012-2013-2%2Fsp244%2F111069%2FSP244-111069-943-5.pptx&ei=ptQ7VMnjKZCHuASL1YHQAQ&usg=AFQ





Contoh 5

Berdasarkan flowchart di atas dapat dapat di jelaskan sebagai berikut :
1. menyiapkan variabel yang digunakan untuk kounter yaitu N = 0.
2. Cetak judul.
3. Baca data dan simpan di dalam variabel :
NO untuk data nomor pegawai.
NM untuk data nama pegawai.
ALM untuk data alamat pegawai
4. Periksa input data. Bila isinya berupa simbol /* maka proses berakhir.
5. Variabel N ditambah 1. Variabel ini digunakan sebagai kounter untuk mengetahui jumlah data yang telah dicetak untuk setiap halaman.
6. Cetak rincian data yaitu NO, NM, ALM.
7. Periksa isi variabel N. Jika N = 30 berarti data telah dicetak sebanyak 30 baris. Oleh karena itu proses selanjutnya adalah kembali ke langkah 1 yaitu mencetka

Sumber contoh 5
www.google.comurlsa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=10&cad=rja&uact=8&ved=0CDwQFjAJ&url=http%3A%2F%2Fwww.mdp.ac.id%2Fmateri%2F2012-2013-2%2Fsp244%2F111069%2FSP244-111069-943-5.pptx&ei=ptQ7VMnjKZCHuASL1YHQAQ&usg=AFQ

m yazid bustomi
1410501007