Contoh 1
Struktur pengulangan dengan For
Pengulangan dengan menggunakan For, merupakan salah satu teknik pengulangan
yang paling tua dalam bahasa pemrograman. Hampir semua bahasa pemrograman
menyediakan metode ini, meskipun sintaksnya mungkin berbeda. Pada struktur For
kita harus tahu terlebih dahulu seberapa banyak badan loop akan diulang.
Struktur ini menggunakan sebuah variable yang biasa disebut sebagai loop’s
counter, yang nilainya akan naik atau turun selama proses pengulangan.
Flowchart umum untuk struktur For tampak pada gambar berikut dan perhatikan
penggunaan simbol preparation pada flowchart.
Dalam mengeksekusi sebuah pengulangan dengan For, urutan langkahlangkah adalah
sebagai berikut :
1. Menetapkan nilai counter sama dengan awal.
2. Memeriksa apakah nilai counter lebih besar daripada nilai akhir. Jika benar
maka keluar dari proses pengulangan. Apabila kenaikan bernilai negatif, maka
proses akan memeriksa apakah nilai counter lebih kecil daripada nilai akhir.
Jika benar maka keluar dari proses pengulangan.
3. Mengeksekusi pernyataan yang ada di badan loop
4. Menaikkan/menurunkan nilai counter sesuai dengan jumlah yang ditentukan pada
argument increment. Apabila argument increment tidak ditetapkan maka secara
default nilai counter akan dinaikkan 1.
5. Ulang kembali mulai langkah no 2.
Satu hal yang penting yang harus kita perhatikan adalah nilai counter selalu
ditetapkan diawal dari pengulangan. Apabila kita mencoba merubah nilai akhir
pada badan loop, maka tidak akan berdampak pada berapa banyak pengulangan akan
dilakukan.
Contoh 2
Pengulangan dengan
While untuk mencetak nilai tertentu.
Perhatikan flowchart pada gambar berikut.
Bagaimanakah output dari flowchart tersebut?
Penyelesaian:
1. Pada flowchart ini ada dua variabel yang kita gunakan yaitu A dan B. Kedua
variabel tersebut kita inisialisasi nilai awalnya (A = 1 dan B = 0) sebelum
proses
loop terjadi. Variabel A adalah variabel counter.
2. Pada simbol decision, nilai A akan diperiksa apakah memenuhi kondisi (<
10).
Jika Ya maka perintah berikutnya dieksekusi, jika tidak maka program akan
berhenti. Pada awal eksekusi ini kondisi akan terpenuhi karena nilai A = 1.
3. Jalankan perintah Print B.
4. Nilai variabel A kemudian diganti dengan nilai A lama (1) ditambah 2.
Sehingga nilai variabel A baru adalah 3. Sedangkan nilai variabel B = 9 (hasil
perkalian A = 3).
5. Program akan berputar kembali untuk memeriksa apakah nilai variabel A masih
lebih kecil dari 10. Pada kondisi ini nilai A = 3, sehingga kondisi masih
terpenuhi. Kemudian langkah berulang ke langkah ke 3. Begitu seterusnya sampai
nilai variabel A tidak lagi memenuhi syarat kurang dari 10. Sehingga output
dari flowchart ini adalah : 0, 9, 25, 49, 81.
Seperti halnya pengulangan dengan For, pengulangan dengan While juga
memungkinkan terjadinya pengulangan bersarang. Aturan dan cara yang dilakukan
sama dengan pengulangan dengan For. Pada beberapa bahasa pemrograman juga
disediakan pengulangan
dengan cara Do ... Loop dan Repeat .. Until. Kedua cara ini mirip dengan While,
perbedaannya adalah letak dari kondisi. Pada While pemeriksaan kondisi
diletakkan sebelum badan loop. Sedangkan Do ... Loop dan Repeat ... Until,
pemeriksaan kondisi dilakukan setelah badan loop.
Contoh 3
mencetak bilangan genap dari x > 28..
Maka nanti output yang di munculkan yaitu bilangan genap dari dari 2 sampai 28
yang menggunakan perulangan
Pertama kita deklarasikan terlebih dahulu bilangan x mulai dari 2,kemudian
dalam proses perulangannya yaitu X > 28.
Setelah itu kita proses kembali dalam pemanggilan perulangan tersebut dengan x
= x + 2
Gambar Flowchart raptornya di atas:
Contoh
4
Dari flowchart
di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.
Pertama kali dikerjakan adalah proses A.
2.
Persiapkan variabel yang digunakan sebagai kounter yaitu K= 0. Variabel ini
digunakan untuk mengontrol jumlah pelaksanaan proses B, C dan D yang telah
dikerjakan.
3.
Kerjakan proses B, C, D secara berurutan.
4.
Variabel kounter ditambah 1. Isi variabel ini menunjukkan jumlah pelaksanaan
untuk proses B, C dan D.
5.
Periksa isi variabel kounter yaitu K untuk membatasi jumlah perulangan. Jika
isi variabel K =3, maka kerjakan proses E. Sebaliknya jika K lebih kecil dari 3
berarti proses B, C, D masih perlu diulang.
Sumber contoh 4
www.google.comurlsa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=10&cad=rja&uact=8&ved=0CDwQFjAJ&url=http%3A%2F%2Fwww.mdp.ac.id%2Fmateri%2F2012-2013-2%2Fsp244%2F111069%2FSP244-111069-943-5.pptx&ei=ptQ7VMnjKZCHuASL1YHQAQ&usg=AFQ
Contoh 5
Berdasarkan
flowchart di atas dapat dapat di jelaskan sebagai berikut :
1. menyiapkan
variabel yang digunakan untuk kounter yaitu N = 0.
2. Cetak
judul.
3. Baca
data dan simpan di dalam variabel :
NO untuk data nomor pegawai.
NM untuk data nama pegawai.
ALM untuk data alamat pegawai
4.
Periksa input data. Bila isinya berupa simbol /* maka proses berakhir.
5.
Variabel N ditambah 1. Variabel ini digunakan sebagai kounter untuk mengetahui
jumlah data yang telah dicetak untuk setiap halaman.
6. Cetak
rincian data yaitu NO, NM, ALM.
7. Periksa
isi variabel N. Jika N = 30 berarti data telah dicetak sebanyak 30 baris. Oleh
karena itu proses selanjutnya adalah kembali ke langkah 1 yaitu mencetka
Sumber contoh 5
www.google.comurlsa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=10&cad=rja&uact=8&ved=0CDwQFjAJ&url=http%3A%2F%2Fwww.mdp.ac.id%2Fmateri%2F2012-2013-2%2Fsp244%2F111069%2FSP244-111069-943-5.pptx&ei=ptQ7VMnjKZCHuASL1YHQAQ&usg=AFQ
m yazid bustomi
1410501007